Situbondo,seemetris.idhttp://seemetris.id– Tiga Kepala Daerah yakni Pemerintah Kabupaten Situbondo, Bondowoso, dan Jember resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) pembentukan kawasan aglomerasi, Kamis (17/10/2025).
Pasalnya, Penandatanganan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari upaya membangun konektivitas dan kolaborasi ekonomi lintas batas administratif.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan bahwa aglomerasi bukan sekadar penggabungan wilayah administratif, melainkan bentuk sinergi ekonomi dan budaya yang telah lama terjalin.
“Tapai Bondowoso dijual di Situbondo, itu contoh nyata aglomerasi. Kami tidak ingin mengubah identitas, tapi memperkuat koneksi,” ujar Mas Rio.
Mas Rio menambahkan, fokus utama dari kerja sama ini adalah menghidupkan kembali jalur kereta api Panarukan–Jember.
“Reaktivasi jalur ini bisa menciptakan ribuan lapangan kerja dan menjadi penggerak ekonomi regional,” Imbuhnya.
Selain itu, Bupati Situbondo juga menggagas konsep paket wisata terpadu yang menghubungkan Pantai Pasir Putih Situbondo, Kawah Ijen Bondowoso, dan Pantai Watu Ulo Jember.
“Mengingat 90 persen wisatawan Pantai Pasir Putih berasal dari Jember dan Bondowoso, ini potensi besar bagi pengembangan wisata lintas kabupaten,” tegasnya.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid (Ra Hamid), turut menyatakan optimisme bahwa aglomerasi Tapal Kuda dapat menyaingi model pengembangan seperti Jabodetabek
” Dengan kesamaan budaya dan kedekatan geografis, saya yakin aglomerasi Tapal Kuda bisa menjadi contoh pengembangan kawasan yang efektif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ra Hamid.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menekankan pentingnya perubahan citra kawasan Tapal Kuda.
“Kita ingin Tapal Kuda dikenal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, bukan lagi kawasan kemiskinan,” ujarnya.
Ketiga bupati sepakat menjalin komitmen selaras dengan visi Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran
“Langkah konkret untuk mewujudkan visi ini akan segera diimplementasikan melalui perjanjian kerja sama antarinstansi di tiga kabupaten,” pungkas Fawait.











