Pernyataan Sikap dan Boikot Terhadap Trans7
Atas Pemberitaan Tidak Berdasar dan Penuh Fitnah Terhadap Pondok Pesantren, Santri, dan Para Kiai
Kami menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus kemarahan yang beralasan atas tayangan dan pemberitaan Trans7 yang secara terang-terangan menyerang, menyudutkan, dan mendiskreditkan kehidupan pondok pesantren, para santri, dan para kiai — tanpa dasar yang kuat, tanpa konfirmasi yang seimbang, dan tanpa tanggung jawab jurnalistik yang semestinya dijunjung tinggi oleh media nasional.
Trans7 telah melampaui batas.
Alih-alih menjadi saluran informasi yang mendidik dan mencerahkan publik, Trans7 justru tampil sebagai corong provokasi yang menyebarkan narasi hoaks, Framing negatif, dan framing penuh prasangka buruk terhadap lembaga pendidikan Islam yang telah berkontribusi besar terhadap moralitas dan keutuhan bangsa sejak sebelum kemerdekaan hinggas mengisi raung-ruang kemerdekaan.
Dalam tayangan yang dipersoalkan, Trans7:
- Menyuguhkan potongan narasi tanpa konteks, sehingga menyesatkan pemirsa;
- Menyisipkan visual dan diksi yang tendensius, menciptakan persepsi buruk secara sistematis terhadap pesantren;
- Mengabaikan prinsip cover both sides, tidak menghadirkan suara atau klarifikasi dari pihak pesantren;
- Mencoreng marwah kiai dan para santri yang selama ini menjadi penjaga nilai, moral, dan tradisi luhur bangsa.
Kami menilai, pemberitaan seperti ini bukan sekadar keteledoran, tapi bagian dari pola framing sistematis yang berbahaya — karena bisa menumbuhkan kecurigaan publik terhadap dunia pesantren, menciptakan polarisasi sosial, dan merusak kepercayaan terhadap institusi pendidikan keagamaan yang telah terbukti melahirkan tokoh-tokoh bangsa.
Maka, kami menyatakan:
- Boikot total terhadap Trans7.
Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya komunitas pesantren dan alumni santri di seluruh Indonesia, untuk tidak lagi menonton, mengikuti, maupun mendukung kanal dan program apapun dari Trans7, sampai ada permintaan maaf terbuka dan evaluasi menyeluruh terhadap redaksi yang bertanggung jawab atas tayangan tersebut. - Cabut dukungan terhadap sponsor dan iklan Trans7.
Kami menyerukan kepada para pelaku usaha, brand, dan perusahaan nasional untuk meninjau ulang kerja sama iklan dengan Trans7, karena keberlanjutan dukungan finansial terhadap media yang menyebarkan disinformasi sama saja dengan mendukung kerusakan moral publik. - Desak KPI dan Dewan Pers untuk bertindak.
Kami mendorong Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers untuk turun tangan melakukan investigasi terhadap pelanggaran kode etik jurnalistik dan standar penyiaran publik yang dilakukan oleh Trans7. - Buka ruang dialog terbuka.
Kami menuntut Trans7 untuk membuka ruang diskusi terbuka dengan pihak pesantren dan publik, untuk meluruskan informasi serta menjelaskan motif dan pertanggungjawaban atas konten tersebut.
Jangan permainkan pesantren, jangan rendahkan kiai, dan jangan remehkan suara santri!
Pesantren adalah benteng moral bangsa, dan santri adalah penjaga tradisi keilmuan serta nilai-nilai luhur yang telah membentuk karakter Indonesia sejak masa penjajahan hingga kini. Kami tidak akan diam ketika marwah dan kehormatan pesantren diinjak-injak oleh media yang tak bertanggung jawab.
Kami boikot Trans7. Kami jaga pesantren. Kami lawan fitnah.
Aliansi Santri Indonesia











