Menu

Mode Gelap

BERITA · 19 Apr 2025 14:41 WIB ·

Lebih dari 280 Daerah Antusias, Situbondo Siaga Sambut Sekolah Rakyat Gratis


 Lebih dari 280 Daerah Antusias, Situbondo Siaga Sambut Sekolah Rakyat Gratis Perbesar

Situbondo, seemetris.id – Gelombang dukungan terhadap program Sekolah Rakyat terus meluas di berbagai penjuru Indonesia. Lebih dari 280 pemerintah daerah menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengadopsi inisiatif yang digagas pemerintah pusat sebagai solusi inovatif mengatasi kemiskinan ekstrem.

Di tengah respons positif tersebut, Kabupaten Situbondo tampil siaga dan bergerak cepat dalam menyambut program Sekolah Rakyat gratis ini. Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), bahkan secara langsung meresmikan langkah besar pembangunan Sekolah Rakyat di Situbondo pada Sabtu,(19/4/2025).

Acara Koordinasi Pembentukan Sekolah Rakyat dan Dialog Pilar-pilar Sosial yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Situbondo menjadi momentum penting yang memperlihatkan keseriusan Situbondo.

Kegiatan ini tidak hanya mempercepat realisasi program di tingkat daerah, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memberikan akses pendidikan berkualitas secara gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat adalah langkah strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi.

“Kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem untuk mendapatkan pendidikan dan pembinaan karakter yang layak,” tegasnya di hadapan para peserta acara.

Gus Ipul juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pilar-pilar sosial dalam mewujudkan program ini. Ia menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk segera mempersiapkan calon peserta didik dari keluarga tidak mampu, dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai panduan.

“Sebagai bentuk tindak lanjut, kami akan mengundang seluruh kepala daerah yang mengajukan pembangunan Sekolah Rakyat ke Jakarta untuk membahas detail teknis terkait sarana prasarana, lahan, dan fasilitas yang dibutuhkan. Saat ini, tim dari berbagai kementerian juga tengah melakukan verifikasi lokasi untuk memastikan kelayakan implementasi program,” jelas Gus Ipul.

Target ambisius pemerintah adalah membangun 200 Sekolah Rakyat secara nasional pada tahun ini, dan Situbondo memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lokasi percontohan di gelombang pertama. Antusiasme terhadap program ini terbukti dengan pengajuan dari lebih dari 280 daerah, termasuk lebih dari 30 wilayah di Jawa Timur.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama yang menyediakan pendidikan formal dan pembinaan karakter secara cuma-cuma. Seluruh biaya operasional, termasuk kebutuhan dasar siswa seperti makan, minum, alat tulis, hingga tempat tinggal di asrama, akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

“Ini bukan sekadar memberikan pendidikan gratis, tetapi juga membentuk karakter anak-anak. Kami ingin mereka tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki nilai-nilai luhur yang kuat sebagai bekal masa depan,” ujar Gus Ipul.

Pendekatan berbasis data melalui DTSEN menjadi landasan penting dalam program ini, memastikan bahwa sasaran utama adalah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang masuk dalam desil 1. “Data yang diperbarui setiap tiga bulan oleh BPS memungkinkan kita bekerja secara efektif dan tepat sasaran,” imbuh Gus Ipul.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio), menyambut dengan tangan terbuka program Sekolah Rakyat ini dan menegaskan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk mendukungnya.

“Kami sangat siap, baik dari ketersediaan lahan maupun data calon siswa. Kami bahkan telah mengirimkan perwakilan ke Kemensos untuk pembahasan teknis lebih lanjut,” ungkap Mas Rio.

Lebih lanjut, Mas Rio mengungkapkan bahwa Pemkab Situbondo telah menyiapkan lahan seluas 6 hektar, melampaui persyaratan minimal dari pemerintah pusat.

“Kami ingin memastikan Sekolah Rakyat di Situbondo memiliki fasilitas yang memadai untuk berkembang. Untuk tahap awal, kita akan memanfaatkan bangunan yang sudah ada agar proses belajar mengajar bisa segera dimulai,” jelasnya.

Mas Rio juga memberikan apresiasi terhadap pendekatan Kemensos yang menggunakan DTSEN. “Ini adalah cara yang efektif untuk menanggulangi kemiskinan secara berkelanjutan, karena sasaran bantuan maupun program seperti Sekolah Rakyat menjadi jelas dan terukur,” pungkasnya.

Program Sekolah Rakyat ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, di mana Kementerian PUPR bertanggung jawab atas infrastruktur, Kemendikbud Ristek untuk kurikulum, dan Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah untuk menyiapkan siswa serta implementasi program secara keseluruhan.

Dengan sinergi dan komitmen yang kuat, diharapkan program ini dapat menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan dan memberikan harapan baru bagi masa depan anak-anak Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Atap Los Pasar tradisional Besuki Porak Poranda, Wabup Ulfiyah Pastikan Cepat Tangani Perbaikan

21 Januari 2026 - 13:45 WIB

Wabup Ulfiyah Apresiasi Kades Besuki Dalam Membantu Korban Terdampak Puting Beliung

21 Januari 2026 - 09:54 WIB

Pendopo Pate Alos Besuki Penuh Dengan Nilai Sejarah, Wabup Ulfiyah Ajak Masyarakat Tetap Jaga Kebersihan dan Fasilitas yang ada

19 Januari 2026 - 12:39 WIB

Usai Acara Pengajian, Wabup Ulfiyah Langsung Turun ke Lokasi Belasan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung

15 Januari 2026 - 13:03 WIB

Sering Terjadi Banjir Rob Setiap Tahun, Pemkab Situbondo Akan Bangun Tangkis Ombak Melalui BTT

14 Januari 2026 - 08:59 WIB

Rumah Kongsen PG Asembagus Hangus Terbakar, Wabup Ulfiyah Turun Langsung ke Lokasi  

14 Januari 2026 - 02:08 WIB

Trending di BERITA