Situbondo,seemetris.id– Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Zainiye menggelar workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di aula Utama Raya, Kecamatan Banyuglugur.
Dalam kegiatan workshop tersebut dihadiri langsung Kepala Kementrian Agama Situbondo, Dr. H. Mudaffar dan Kasi Penma, Muhammad Faris.
Diketahui, dalam kegiatan tersebut dibagi menjadi tiga titik yakni, titik pertama di gelar di aula balai desa trigonco, Kecamatan Asembagus meliputi Kecamatan Kecamatan Banyuputih dan Asembagus, Titik kedua yakni di Aula BLK Situbondo meliputi kecamatan Arjasa, Kapongan dan Mangaran, titik ketiga di aula Utama Raya meliputi Kecamatan Jatibanteng, Sumbermalang dan Banyuglugur.
Dalam Kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PPP, Zainiye mengatakan bahwa kegiatan workshop tersebut untuk meningkatkan kapasitas guru RA yang ada di kabupaten Situbondo
” Karena guru RA adalah sebutan guru pertama kali yang dikenal oleh anak anak kita. Jadi selain orang tua, guru RA adalah guru pertama yang menjadi rujukan daripada anak anak kita. Karena anak didik kita di usia emas ini mereka cenderung meniru terhadap apa yang dilihat dan didengar,” ujar Zainiye, Sabtu (7/2/2026).
Oleh karena itu, pihaknya berharap dengan adanya kegiatan workshop tersebut bisa membantu meningkatkan kapasitas mengajar guru guru RA yang ada di kabupaten Situbondo.
” Maka hari ini dengan adanya workshop ini bagaimana guru itu memiliki kapasitas yang bagus dalam rangka untuk membangun performan seorang guru. Sehingga guru RA memiliki wawasan yang lebih komprehensif lagi sehingga ketika dia mengajar dia memiliki kreativitas dan inovasi dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran bagi anak anak bangsa,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Situbondo, Mudaffar mengatakan bahwa fokus utama Kementrian agama adalah membantu meningkatkan kesejahteraan guru dan penguatan lembaga pendidikan swasta.
” Selama ini sudah terjalin sinergi antara kementerian agama dan DPRD Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kapasitas guru,” ujar Mudaffar.
Ditempat yang sama, Kasi Penma Muhammad Faris mengatakan bahwa peningkatan kapasitas guru menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan pada saat ini. Karena bagaimanapun juga guru itu adalah ujung tombak pendidikan. Sehingga diharapkan bagaimana kedepan perhatian terhadap guru itu menjadi penting.
” Makanya kemudian ada banyak hal yang di koordinasikan oleh kementerian agama dan pemerintah daerah dalam rangka menguatkan kapasitas guru,” pungkas Muhammad Faris.











