Situbondo,seemetris.id-http://seemetris.id- Universitas Ibrahimy kembali menorehkan sejarah, digelarnya wisuda ke XXXIV progam diploma, sarjana dan magister menjadikan universitas Ibrahimy tetap eksis dalam visinya yakni mencetak lulusan khoiro ummah.
Pasalnya, Wisuda ini bukan hanya tentang acara seremonial toga dan gelar, namun menjadi simbol dari perjalanan panjang yang menjadi bagian integral dari proses akademik mahasiswa.
Wisuda ke XXXIV Universitas Ibrahimy diikuti oleh 1.175 mahasiswa yang di hadiri langsung oleh pangasuh pondok pesantren salafiyah Syafi’iyah Sukorejo KHR. Ach. Azaim Ibrahimy.
Dalam sambutannya, Pangasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR. Ach. Azaim Ibrahimy menjelaskan tentang filosofi toga dan perpindahan kuncir dari kiri ke kanan bahwa memiliki makna penting yang bersanat dari tradisi Arab.
Menariknya, dalam prosesi wisuda universitas Ibrahimy tahun ini dengan diberikannya penghargaan dari pengasuh pondok pesantren salafiyah Syafi’iyah Sukorejo berupa hadiah Umroh kepada 2 mahasiswa dan salah dosen berprestasi universitas Ibrahimy atas nama : M. Yoeki Hendra sebagai Juara 2 lomba Sya’ir Bahasa Arab Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh PBNU dalam rangka HSN tahun 2023, Juara 3 lomba cipta sya’ir Arab Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh PC Aswaja NU Center Kab. Pasuruan tahun 2024.
Selanjutnya, Yuni Ayunda sebagai Juara Debat Arab MQK Jawa Timur tahun 2023;
IPK 3.95 (tertinggi wisuda tahun 2025) dan Bdn. Neni Yuli Susanti, S.ST., M.Keb. (Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan).
Tak lupa universitas Ibrahimy memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang menorehkan prestasi dalam bidang akademik dan non akademik.
Sehingga, torehan prestasi mahasiswa ini menjadi point penting untuk universitas Ibrahimy agar lebih meng-upgrade kembali pola pengembangan bakat dan minat mahasiswa dalam bidang akademik dan non akademik.
Wisuda bukan akhir tapi awal dari langkah besar berikutnya, bahwa tantangan zaman menuntut para sarjana untuk berpikir kreatif dan menyesuaikan kebutuhan zaman, zaman ini dikenal dengan era 5.0 berupa pola teknologi yang semakin masif menyentuh semua usia.
Hal ini perlu disikapi oleh para sarjana agar berdampak positif untuk masyarakat sehingga dapat dijadikan menjadi peluang kerja.
Selain itu, Mahasiswa universitas Ibrahimy tidak hanya di didik menjadi seorang intelektual, mereka juga sebagai seorang mahasiswa santri yang kehidupannya ada di dalam pondok pesantren salafiyah Syafi’iyah Sukorejo menjadikannya berbeda dengan mahasiswa luar.
Sebab, Terdapat pondasi agama kuat yang menjadi dasar mereka untuk berpikir dan menyikap setiap realitas zaman yang membutuhkan solusi.
Langkah ini berawal dari niat dan do’a pengasuh dengan ikhtiar proses yang dilewati dan hari ini disempurnakan dengan rasa syukur.











