Situbondo,seemetris.id– Keseruan saat Mbak Ulfi bersama Mbak Una memainkan permainan tradisional Bekel di acara pembukaan Situbondo Tempoe Doloe, Kamis (12/6/2025).
Pasalnya acara Tempoe Doloe tersebut di adakan memperingati ulang tahun ke 104 RS Elizabeth Situbondo yang bertempat di halaman pertemuan PG Panji Situbondo.
Diketahui, Permainan game online saat ini dianggap sebagai pengganti dari permainan tradisional. Padahal, permainan tersebut tidak akan bisa digantikan oleh game modern saat ini yang katanya lebih seru dipermainkan.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengatakan bahwa Bola bekel dimainkan oleh beberapa orang minimal dua orang. cara bermainnya pun cukup mudah. Menurutnya bermain bola bekel dapat membuat dia merasa relaks. “Ketika main bola bekel rasanya saya kembali lagi ke masa anak-anak dulu, seru dan membuat relaks,” ujar Mbak Ulfi sapaan akrab wakil bupati Situbondo.
Selain mudah dimainkan, bola bekel juga tergolong permainan yang cukup murah dibanding harus membeli kuota yang berjumlah puluhan ribu.
” Sekali beli bola bekel bisa dimainkan selamanya,” Imbuhnya.
Menurutnya, melalui permainan bola bekel anak-anak dapat menjalin keakraban satu sama lain. Karena dalam permainannya terdapat komunikasi yang interaktif dari masing-masing pemain.
” Senangnya bermain bola bekel ini, kita tidak ada yang pegang handphone, jadi fokus hanya ke permainan saja,” jelasnya.
Dirinya melihat sangat miris sebenarnya, karena saat ini permainan bola bekel sudah mulai dilupakan oleh anak-anak.
” Padahal permainan tradisional itu termasuk ke dalam warisan budaya tradisional yang harus terus di lestarikan,” sampainya.
Sebab, nilai-nilai yang terkandung di dalam permainan bola bekel sangat banyak sekali. Salah satunya nilai kebersamaan dan saling menghargai. Dalam permainan modern sekarang nilai-nilai budaya itu sudah sulit ada. ” Seharusnya, meskipun kita di tuntut untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi permainan tradisional itu tidak boleh luntur bahkan hilang,” pungkasnya











