Situbondo, Seemetris.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Ibrahimy, yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, secara tegas menyatakan komitmennya pada arah perjuangan yang objektif dan berlandaskan nilai-nilai kebenaran. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati Situbondo pada Selasa, 20 Mei 2025.
PMII Universitas Ibrahimy menyoroti pentingnya sikap kritis yang konstruktif dalam menyikapi dinamika kebijakan pemerintah. Mereka menekankan dukungan penuh terhadap kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat, namun juga tak ragu untuk melayangkan kritik jika kebijakan tersebut menyimpang dari rel kebenaran.
Rektor Universitas Ibrahimy dalam pernyataannya dengan lugas menyampaikan, Apapun yang menjadi kebijakan pemerintah hari ini, jika itu baik maka wajib didukung. Namun jika kebijakan itu keluar dari rel kebenaran, maka harus kita kritik dengan tegas.
Sikap tegas dan objektif ini ditegaskan selaras dengan keteladanan yang ditunjukkan oleh KH. As’ad Syamsul Arifin, pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah. Meski memiliki kedekatan pribadi dengan Presiden Soeharto kala itu, Kiai As’ad tidak pernah mengorbankan prinsipnya.
Sebuah momen bersejarah yang menjadi inspirasi adalah ketika Kiai As’ad dengan berani menyatakan kepada Presiden Soeharto, “Pak Harto, jika keberadaan Pancasila ini menggantikan agama, maka persahabatan kita selesai di sini.”
Pernyataan Kiai As’ad tersebut menjadi inspirasi dan pegangan moral bagi setiap kader PMII Universitas Ibrahimy. Hal ini mendorong mereka untuk senantiasa berada dalam jalur perjuangan yang jujur, adil, dan berpihak pada nilai-nilai luhur, tanpa pandang bulu.
Dengan semangat ini, PMII Universitas Ibrahimy menyatakan komitmennya untuk menjadi mitra kritis pemerintah. Mereka bertekad untuk terus berkontribusi aktif dalam menjaga integritas bangsa, memastikan setiap kebijakan berlandaskan pada kebenaran dan keadilan untuk seluruh rakyat.











